kemarin kita telah membahas sedikit mengenai positioning. dimana positioning merupakan penempatan suatu nama merek produk di benak konsumen, sehingga nama tersebut akan selalu diingat konsumen.
Positioning ada 2 jenis, yaitu positioning pemimpin dan positioning pengikut.
Positioning pemimpin membutuhkan para pesaingnya. Artinya, para pemimpin memerlukan pesaing untuk dapat terus menghasilkan inovasi-inovasi baru pada produknya.
Sedangkan positioning pengikut berusaha mencari celah-celah baru dengan berpikir secara berlawanan arah. maksudnya, kita mencoba untuk menempatkan diri kita sebagai pengikut perusahaan lain, untuk berpikir bagaimana strategi kerja dari perusahaan tersebut. sehingga kita dapat melampauinya.
Terkadang untuk melakukan suatu positiong yang bagus, diperlukan biaya yang sangat besar. banyak perusahaan rela mengeluarkan biaya besar hanya untuk memposisikan produknya di benak konsumen. namun, hal ini bukan semata-mata menghamburkan uang saja, biaya yang dikeluarkan perusahaan tersebut akan menjadi investasi bagi produknya sendiri.
Jadi tujuan dari positioning dengan harga mahal adalah:
- agar dapat menjadi yang pertama bagi konsumen. karena cara mudah untuk masuk dalam pikiran orang adalah dengan menjadi yang pertama. contoh: Aqua adalah air mineral pertama yang dijual dalam botol, sehingga sampai saat ini pun orang selalu menyebut Aqua setiap kali membeli air mineral.
-untuk menampilkan posisi harga yang tinggi. perusahaan mengeluarkan biaya positioning mahal, dengan tujuan menjual produk dengan harga tinggi.
-Bercerita tentang produk yang kuat. maksudnya, perusahaan ingin menampilkan suatu citra produk yang kuat pada konsumen. dengan berani mengeluarkan biaya positiong tinggi, maka semakin dapat memperkuat citra produk.
Era periklanan terbagi menjadi 3, yaitu:
1. masa product oriented: memusatkan ide kreatif pada karakteristik dan fitur produk. jadi, perusahaan sengaja menonjolkan keunikan dari produknya.
2. masa image oriented: memusatkan ide kreatif pada citra produk didalam taraf kehidupan masyarakat. jadi pada masa ini perusahaan membangun citra produk sebaik mungkin di mata konsumen dengan menambahkan nilai-nilai pada produknya.
3. masa positioning oriented: memusatkan citra produk dalam benak pikiran masyarakat. positioning pada masa ini hanya bertujuan menaikkan itra produknya di mata konsumen.
ketiga masa tersebut masih diterapkan sampai sekarang oleh banyak perusahaan. karena dengan menggabungkan ketiganya, maka usaha untuk memposisikan produk dapat lebih sempuna.
Jumat, 07 Oktober 2011
Rabu, 05 Oktober 2011
Target marketing dan Positioning
Jika sebelumnya kita telah membahas mengenai segmentasi pasar, maka berikutnya kita perlu mengetahui target pasar. segmentasi pasar dan target pasar sangat berhubungan. secara sederhana, segmentasi merupakan pembagian pasar, sedangkan target pasar adalah hasil dari analisa segmentasi. yaitu merupakan sasaran penjualan. target marketing memudahkan penyampaian pesan secara lebih tepat dan menghindari pesan itu jatuh pada kelompok diluar target market yang dituju.
Kriteria dalam memilih target market:
-Responsif : pasar yang dituju harus responsif terhadap produk yang akan diluncurkan.
-Potensi penjualan : mempertimbangkan daya beli dan keinginan pasar untuk memiliki produk.
-Jangkauan media : media untuk promosi memiliki pengaruh besar terhadap tercapainya hasil optimal dari pemasaran suatu produk.
-Sensitifitas terhadap pasar : untuk mempertahankan sebuah terget market maka perlu selalu memantau keadaan dinamika pasar secara konsisten.
Berikutnya yang perlu diperhatikan setelah target market adalah positioning. positioning merupakan penempatan suatu figur atau nama yang melekat kuat dalam benak pikiran seseorang. dengan kata lain, membuat citra produk yang dapat ditawarkan pada konsumen sehingga memperoleh posisi yang jelas dan mengandung arti di benak konsumen.
syarat membangun positiong :
-Kajian konsumen : positiong harus dapat mendeskripsikan nilai yang dimiliki oleh produk agar dapat memicu pembelian.
-Perusahaan produsen : kapabilitas dan kekuatan internal perusahaan. artinya perusahaan harus konsisten dan tidak memberi janji yang melampaui kemampuan sendiri.
-Kompetitor : produk harus bersifat unik sehingga dapat membedakan diri dengan para pesaing.
-Perubahan : produk harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan bisnis, perilaku, budaya, dan lainnya. dengan kata lain, harus terus di update.
Dasar dari penentuan positining :
1. melalui karakteristik produk
Cth: teh botol memang diposisikan sebagai minuman ringan yang sama dengan cola, bukan sebagai teh panas. sedangkan sariwangi teh memposisikan diri sebagai teh celupinstan yang harus diseduh dahulu.
2. melalui pengutamaan harga
biro iklan harus hati-hati dengan strategi penonjolan harga, karena sering diasosiasikan dengan mutu.
3. melalui pengutamaan penggunaan produk
pengiklan harus memilih kegunaan khusus dari produknya untuk memposisikan dirinya. Cth: paramex sebagai obat sakit kepala, sedangkan konidin sebagai obat batuk.
4. melalui kelas pemakai produk
cth: Lux menggunakan ikon bintang film wanita untuk menyatakan bahwa produknya merupakan sabun wanita eksklusif.
5. melalui kelas produk (jati diri)
cth: 7up terjepit antara pepsi dan coca cola, sehingga ia menggunakan slogan "7up is the uncola drink, but with a better taste" untuk memposisikan produknya.
6. melalui simbol kultur/budaya
simbol yang dijadikan identifikasi ini memiliki arti penting bagi konsumen dan tidak bisa digunakan oleh pesaing lain. cth: mustika ratu memakai simbol budaya Jawa.
7. melalui kompetitor
proses untuk menjadikannya produk nomor 1 dibandingkan dengan pesaingnya. misalnya dengan menyinggung merek produk pesaing secara langsung dalam iklan. namun, cara seperti ini kurang dianggap etis di Indonesia.
Kriteria dalam memilih target market:
-Responsif : pasar yang dituju harus responsif terhadap produk yang akan diluncurkan.
-Potensi penjualan : mempertimbangkan daya beli dan keinginan pasar untuk memiliki produk.
-Jangkauan media : media untuk promosi memiliki pengaruh besar terhadap tercapainya hasil optimal dari pemasaran suatu produk.
-Sensitifitas terhadap pasar : untuk mempertahankan sebuah terget market maka perlu selalu memantau keadaan dinamika pasar secara konsisten.
Berikutnya yang perlu diperhatikan setelah target market adalah positioning. positioning merupakan penempatan suatu figur atau nama yang melekat kuat dalam benak pikiran seseorang. dengan kata lain, membuat citra produk yang dapat ditawarkan pada konsumen sehingga memperoleh posisi yang jelas dan mengandung arti di benak konsumen.
syarat membangun positiong :
-Kajian konsumen : positiong harus dapat mendeskripsikan nilai yang dimiliki oleh produk agar dapat memicu pembelian.
-Perusahaan produsen : kapabilitas dan kekuatan internal perusahaan. artinya perusahaan harus konsisten dan tidak memberi janji yang melampaui kemampuan sendiri.
-Kompetitor : produk harus bersifat unik sehingga dapat membedakan diri dengan para pesaing.
-Perubahan : produk harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan bisnis, perilaku, budaya, dan lainnya. dengan kata lain, harus terus di update.
Dasar dari penentuan positining :
1. melalui karakteristik produk
Cth: teh botol memang diposisikan sebagai minuman ringan yang sama dengan cola, bukan sebagai teh panas. sedangkan sariwangi teh memposisikan diri sebagai teh celupinstan yang harus diseduh dahulu.
2. melalui pengutamaan harga
biro iklan harus hati-hati dengan strategi penonjolan harga, karena sering diasosiasikan dengan mutu.
3. melalui pengutamaan penggunaan produk
pengiklan harus memilih kegunaan khusus dari produknya untuk memposisikan dirinya. Cth: paramex sebagai obat sakit kepala, sedangkan konidin sebagai obat batuk.
4. melalui kelas pemakai produk
cth: Lux menggunakan ikon bintang film wanita untuk menyatakan bahwa produknya merupakan sabun wanita eksklusif.
5. melalui kelas produk (jati diri)
cth: 7up terjepit antara pepsi dan coca cola, sehingga ia menggunakan slogan "7up is the uncola drink, but with a better taste" untuk memposisikan produknya.
6. melalui simbol kultur/budaya
simbol yang dijadikan identifikasi ini memiliki arti penting bagi konsumen dan tidak bisa digunakan oleh pesaing lain. cth: mustika ratu memakai simbol budaya Jawa.
7. melalui kompetitor
proses untuk menjadikannya produk nomor 1 dibandingkan dengan pesaingnya. misalnya dengan menyinggung merek produk pesaing secara langsung dalam iklan. namun, cara seperti ini kurang dianggap etis di Indonesia.
Jumat, 23 September 2011
Segmentasi pasar
Sebelumnya kita telah membahas mengenai perbedaan periklanan dengan pemasaran. sekarang kita akan mempelajari lebih dalam lagi tentang segmentasi pasar untuk beriklan. kita tidak bisa sembarangan memasang iklan tanpa tahu sasaran pasar konsumen kita. jadi tujuan melakukan segmentasi pasar adalah untuk merancang bauran pemasaran yang lebih tepat dalam menjawab kebutuhan para konsumen di pasar tertentu.
Ada 4 metode yang digunakan dalam melakukan segmentasi pasar, yaitu:
1. demografis: berdasarkan usia, gender, pendidikan, agama, dan lain lain.
2. geografis: berdasarkan daerah, ukuran populasi, kepadatan penduduk, iklim, dan sebagainya.
3. behavioristis: berdasarkan manfaat-manfaat yang dicari oleh konsumen, atau loyalitas konsumen terhadap produk.
4. psikografis: berdasarkan gaya hidup atau kepribadian konsumen.
secara umum ada 4 jenis-jenis pasar:
1. consumer market: pasar konsumen yang terdiri dari orang-orang yang membeli produk dan servis untuk keperluan pribadi, keluarga, atau sehari-hari.
2. bussiness to bussiness: perusahaan-perusahaan yang membeli produk untuk digunakan sebagai operasional produksi mereka.
3. institutional market: pasar yang terdiri dari perusahaan laba dan nonlaba dari variasi luas. contohnya, rumah sakit dan sekolah.
4. Reseller: merupakan pengecer. pengecer dapat membeli produk setengah jadi maupun produk jadi, untuk dijual kembali dan mengambil keuntungan dari hasil penjualannya.
jadi, sebelum membuat iklan, kita perlu melakukan penelitian mengenai target pasar atau segmentasi pasar yang cocok dengan produk kita. kita juga perlu memahami jenis pasar kita sendiri, agar penargetan bisa dilakukan dengan tepat.
Ada 4 metode yang digunakan dalam melakukan segmentasi pasar, yaitu:
1. demografis: berdasarkan usia, gender, pendidikan, agama, dan lain lain.
2. geografis: berdasarkan daerah, ukuran populasi, kepadatan penduduk, iklim, dan sebagainya.
3. behavioristis: berdasarkan manfaat-manfaat yang dicari oleh konsumen, atau loyalitas konsumen terhadap produk.
4. psikografis: berdasarkan gaya hidup atau kepribadian konsumen.
secara umum ada 4 jenis-jenis pasar:
1. consumer market: pasar konsumen yang terdiri dari orang-orang yang membeli produk dan servis untuk keperluan pribadi, keluarga, atau sehari-hari.
2. bussiness to bussiness: perusahaan-perusahaan yang membeli produk untuk digunakan sebagai operasional produksi mereka.
3. institutional market: pasar yang terdiri dari perusahaan laba dan nonlaba dari variasi luas. contohnya, rumah sakit dan sekolah.
4. Reseller: merupakan pengecer. pengecer dapat membeli produk setengah jadi maupun produk jadi, untuk dijual kembali dan mengambil keuntungan dari hasil penjualannya.
jadi, sebelum membuat iklan, kita perlu melakukan penelitian mengenai target pasar atau segmentasi pasar yang cocok dengan produk kita. kita juga perlu memahami jenis pasar kita sendiri, agar penargetan bisa dilakukan dengan tepat.
Jumat, 16 September 2011
definisi, prinsip periklanan, dan bedanya dengan pemasaran
kalau minggu lalu saya membahas tentang pengertian iklan, maka kali ini saya akan menjelaskan mengenai definisi periklanan secara formal, dan beberapa prinsip periklanan yang perlu diketahui.
menurut AMA (American Marketing Association)
periklanan adalah bentuk presentasi yang dibayar dari nonpersonal dan promosi gagasan, barang-barang atau jasa dari sponsor yang jelas.
sedangkan pemasaran adalah proses perancangan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan harga, promosi, dan distribusi gagasan barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan individu (konsumen) dan tujuan organisasi.
menurut PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia)
periklanan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan melalui suatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
sedangkan menurut Philip Kothler, pemasaran adalah suatu proses sosial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.
menurut H.Nitsrom, pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.
periklanan dan pemasaran sama dalam hal membujuk konsumen untuk memilih produknya daripada produk lainnya.
prinsip-prinsip periklanan:
1. iklan yang baik menghargai perhatian konsumen karena dibuat dengan ide-ide yang bagus. artinya, sebuah iklan harus dapat menarik perhatian orang dengan dibuat semenarik dan sekreatif mungkin.
2. tanggapan konsumen adalah titik awal dalam merencanakan dan menciptakan iklan. artinya sebelum membuat iklan kita perlu mencari tahu apa yang diinginkan dan yang dibutuhkan oleh konsumen.
3. periklanan menciptakan rangsangan yang tepat dan meninggalkan tanggapan (respon) yang diinginkan. artinya setelah kita selesai membuat suatu iklan. iklan itu harus bekerja sesuai dengan harapan kita, barulah namanya iklan itu berhasil.
4. periklanan hanya bisa dibuat khusus untuk satu macam produk atau jasa saja. artinya, sebuah iklan tidak dapat digunakan untuk iklan produk lainnya. intinya satu iklan hanya untuk satu produk.
demikianlah beberapa prinsip-prinsip dasar dari periklanan yang mungkin dapat menuntun kita dalam membuat suatu iklan nantinya.
menurut AMA (American Marketing Association)
periklanan adalah bentuk presentasi yang dibayar dari nonpersonal dan promosi gagasan, barang-barang atau jasa dari sponsor yang jelas.
sedangkan pemasaran adalah proses perancangan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan harga, promosi, dan distribusi gagasan barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan individu (konsumen) dan tujuan organisasi.
menurut PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia)
periklanan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan melalui suatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
sedangkan menurut Philip Kothler, pemasaran adalah suatu proses sosial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.
menurut H.Nitsrom, pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.
periklanan dan pemasaran sama dalam hal membujuk konsumen untuk memilih produknya daripada produk lainnya.
prinsip-prinsip periklanan:
1. iklan yang baik menghargai perhatian konsumen karena dibuat dengan ide-ide yang bagus. artinya, sebuah iklan harus dapat menarik perhatian orang dengan dibuat semenarik dan sekreatif mungkin.
2. tanggapan konsumen adalah titik awal dalam merencanakan dan menciptakan iklan. artinya sebelum membuat iklan kita perlu mencari tahu apa yang diinginkan dan yang dibutuhkan oleh konsumen.
3. periklanan menciptakan rangsangan yang tepat dan meninggalkan tanggapan (respon) yang diinginkan. artinya setelah kita selesai membuat suatu iklan. iklan itu harus bekerja sesuai dengan harapan kita, barulah namanya iklan itu berhasil.
4. periklanan hanya bisa dibuat khusus untuk satu macam produk atau jasa saja. artinya, sebuah iklan tidak dapat digunakan untuk iklan produk lainnya. intinya satu iklan hanya untuk satu produk.
demikianlah beberapa prinsip-prinsip dasar dari periklanan yang mungkin dapat menuntun kita dalam membuat suatu iklan nantinya.
Jumat, 09 September 2011
pengertian iklan
Iklan. Apa sih sebenarnya iklan itu? mungkin kebanyakan orang menganggap iklan tidaklah penting dan hanya mengganggu kenikmatan menonton acara TV saja. iklan yang begitu banyak dan lama mungkin sering tidak kita pedulikan. bahkan kita mungkin akan mengganti saluran TV jika sudah mulai iklan.
Tapi kenyataannya tidaklah demikian. karena adanya iklan maka kita bisa menikmati berbagai acara TV, film, dan sebagainya. Iklan lah yang membuat industri perfilman hidup.
Iklan tidak hanya melalui TV, tetapi juga terdapat pada koran, majalah, dan bahkan di pinggir-pinggir jalan. seperti yang kita lihat, isi iklan adalah menjual suatu jasa atau produk. Namun sebenarnya tidaklah seseerhana itu. Iklan adalah suatu proses untuk mengenalkan, mempromosikan, dan menjual suatu barang atau jasa dengan cara menarik perhatian konsumen.
Ketika suatu perusahaan memproduksi barang, ia tidak dapat langsung memasarkannyadan menjualnya. ia harus mengenalkannya terlebih dahulu kepada masyarakat tentang 'apa' produk itu. tidaklah mudah untuk membuat orang-orang mengenal dan bahkan mengingat barang yang kita jual. maka dari itu, diperlukanlah iklan, baik melalui TV, koran, majalah, atau billboard yang dibuat semenarik mungkin, sehingga membuat orang yang melihatnya merasakan keingintahuan atau rasa penasaran mengenai produk itu.
Tapi kenyataannya tidaklah demikian. karena adanya iklan maka kita bisa menikmati berbagai acara TV, film, dan sebagainya. Iklan lah yang membuat industri perfilman hidup.
Iklan tidak hanya melalui TV, tetapi juga terdapat pada koran, majalah, dan bahkan di pinggir-pinggir jalan. seperti yang kita lihat, isi iklan adalah menjual suatu jasa atau produk. Namun sebenarnya tidaklah seseerhana itu. Iklan adalah suatu proses untuk mengenalkan, mempromosikan, dan menjual suatu barang atau jasa dengan cara menarik perhatian konsumen.
Ketika suatu perusahaan memproduksi barang, ia tidak dapat langsung memasarkannyadan menjualnya. ia harus mengenalkannya terlebih dahulu kepada masyarakat tentang 'apa' produk itu. tidaklah mudah untuk membuat orang-orang mengenal dan bahkan mengingat barang yang kita jual. maka dari itu, diperlukanlah iklan, baik melalui TV, koran, majalah, atau billboard yang dibuat semenarik mungkin, sehingga membuat orang yang melihatnya merasakan keingintahuan atau rasa penasaran mengenai produk itu.
Pengenalan diri
Haloo!! Hajimemashite~ watashi no namae wa Natalia desu. Douzo yoroshiku ^^ Nama saya Natalia Christina, merupakan salah satu mahasiswi Universitas Tarumanagara Fakultas Ilmu Komunikasi. saya masih termasuk mahasiswi baru karena merupakan angkatan 2010. Saya akan sedikit berbagi pengalaman belajar di fakultas ilmu komunikasi.
Mungkin banyak orang bertanya, belajar apa sih komunikasi itu? Dalam ilmu komunikasi, kita hampir mempelajari seluruh pelajaran yang ada. mulai dari filsafat, ekonomi, hukum, bahasa asing, dan bahkan politik. dengan mempelajari berbagai bidang materi, wawasan kita pun semakin luas. ini akan sangat bermanfaat untuk kita saat kita berhadapan dan berbicara dengan orang lain. kita tidak perlu takut 'ga nyambung' dengan orang lain, dan kita bisa lebih percaya diri untuk mengungkapkan pendapat kita.
Tidak hanya itu, manfaat belajar komunikasi masih banyak lagi. kita menjadi lebih mengerti bagaimana memulai percakapan dengan orang lain, menjawab orang, atau bahkan menyanggah opini orang lain tanpa menyinggung perasaannya. Dan yang paling menguntungkan adalah dengan belajar komunikasi, kita tahu cara berkomunikasi yang baik sehingga hubungan akan terjalin dengan baik dan kita bisa dengan mudah bergaul dan menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitar kita. Pokoknya belajar komunikasi itu amat menyenangkan!
Mungkin banyak orang bertanya, belajar apa sih komunikasi itu? Dalam ilmu komunikasi, kita hampir mempelajari seluruh pelajaran yang ada. mulai dari filsafat, ekonomi, hukum, bahasa asing, dan bahkan politik. dengan mempelajari berbagai bidang materi, wawasan kita pun semakin luas. ini akan sangat bermanfaat untuk kita saat kita berhadapan dan berbicara dengan orang lain. kita tidak perlu takut 'ga nyambung' dengan orang lain, dan kita bisa lebih percaya diri untuk mengungkapkan pendapat kita.
Tidak hanya itu, manfaat belajar komunikasi masih banyak lagi. kita menjadi lebih mengerti bagaimana memulai percakapan dengan orang lain, menjawab orang, atau bahkan menyanggah opini orang lain tanpa menyinggung perasaannya. Dan yang paling menguntungkan adalah dengan belajar komunikasi, kita tahu cara berkomunikasi yang baik sehingga hubungan akan terjalin dengan baik dan kita bisa dengan mudah bergaul dan menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitar kita. Pokoknya belajar komunikasi itu amat menyenangkan!
Langganan:
Postingan (Atom)